PENATAAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI KOTA SEMARANG

Widodo, Agus (2021) PENATAAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI KOTA SEMARANG. Documentation. Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Semarang.

[img] Text
AGUS WIDODO.pdf
Restricted to Registered users only

Download (21MB)

Abstract

Pembangunan seringkali berhadapan dengan tantangan penurunan kualitas lingkungan. Seiring dengan berkembangnya jaman juga akan mempengaruhi ketersediaan ruang terbuka hijau. Dari identifikasi masalah yang telah dilakukan sebelumnya dapat dirumuskan suatu perumusan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimana kebijakan penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kota Semarang ?; (2) Bagaimana kendala dalam penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH); Penelitian ini menggunakan pendekatan paradigma penelitian hukum konstruktivisme. jenis penelitian deskriptif analitis. Metode pendekatan dalam penelitian menggunakan metode Yuridis sosiologis. Analisis data penelitian dengan menggunakan deskriptif kualitatif. Spirit dari Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 ini adalah perlu ditingkatkannya upaya pengelolaannya secara bijaksana, berdayaguna, dan berhasilguna dengan berpedoman pada kaidah penataan ruang sehingga kualitas ruang wilayah nasional dapat teijaga keberlanjutannya demi terwujudnyDiktum Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 butir d) dan e): (1) keberadaan ruang yang terbatas dan pemahaman masyarakat yang berkembang terhadap pentingnya penataan ruang sehingga diperlukan penyelenggaraan penataan ruang yang transparan, efektif, dan partisipatif agar terwujud ruang yang am an, nyaman, produktif, dan berkelanjutan;(2) secara geografis Negara Kesatuan Republik Indonesia berada pada kawasan rawan bencana sehingga diperlukan penataan ruang yang berbasis mitigasi bencana sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan kehidupan dan penghidupan. Apabila kita belajar dari Singapura, maka makna ruang terbuka hijau pun bisa diartikan sebagai sisi vertikal. Sebagai contoh gedung tinggi dengan puluhan lantai, di mana masing-masing lantai ditanami tumbuhan hijau sebagiannya, sudah dapat dikatakan sebagai kawasa atau ruang terbuka hijau. Batasan semacam ini akhimya menjadikan Singapura mampu mencapai RTH sebesar 80% di akhir tahun 2019. konklusinya adalah apabila kota-kota di Indonesia bisa mencapai persentase seperti Singapura, maka pendekatan makna atas ruang terbuka hijau juga harus dirubah.

Item Type: Monograph (Documentation)
Subjects: Ilmu Hukum
Ilmu Hukum > Ilmu Hukum Perdata
Divisions: 74201 - Program Studi Hukum Program Sarjana
Depositing User: Perpustakaan Fakultas Hukum
Date Deposited: 30 Aug 2021 06:17
Last Modified: 30 Aug 2021 06:17
URI: http://repositoryhukum.untagsmg.ac.id/id/eprint/105

Actions (login required)

View Item View Item